Ketakutan terhadap "Atlas
Penciptaan" di Prancis,
Tempat Lahir Pemikiran
Materialis
HARUN YAHYA
Para pemikir Prancis telah mengemukakan pemikiran-
pemikiran paling
menyimpang terhadap hal-
hal suci dan nilai-nilai ajaran
agama, yang berujung pada
gerakan pemberontakan dan perlawanan atas nama
kebebasan. Para
cendekiawan Prancis yang
sangat berpengaruh seperti
Voltaire, Rousseau, Diderot,
Helvetius, Holbach, Auguste Comte, Jean- Paul Sartre dan
Albert
Camus telah memainkan
peran utama
dalam pergeseran Eropa ke
arah materialisme dan penyebaran ateisme.
Prancis masih merupakan
salah satu dari negara-
negara yang
memperlihatkan
permusuhan paling nyata terhadap keimanan kepada
Tuhan. Sebagian besar
masyarakat Prancis berada
dalam kendali penuh paham
sosialis, dan telah bersatu
melawan nilai-nilai ajaran agama akibat salah
informasi dan kurangnya
pendidikan. Prancis juga
memberikan dukungan
terbuka kepada terorisme
komunis separatis yang tidak berkesudahan di
Turki. Prancis terkenal
akan sikap permusuhannya
terkait dengan
pembantaian ras Armenia
yang diduga ada itu. Selain itu, sangatlah penting
bahwa pusat Freemasonry
dunia harus berada di
Prancis. Masyarakat Prancis
sangat bangga dengan
pujian terhadap para filsuf mereka, pemikiran-
pemikiran
menyimpang yang mereka
tanamkan ke seluruh dunia,
dan budayanya, yang
sesungguhnya tidak mengandung apa pun selain
tipuan kosong. Namun hari
ini,
mereka mengalami pukulan
keras. Buku berjudul
L'ATLAS DE LA CREATION (The Atlas of Creation, atau
Atlas Penciptaan) telah
mengundang
perhatian para tokoh
penting, dan seluruh pusat
pendidikan di Prancis telah membunyikan tanda
bahaya tingkat paling
tinggi Hingga kini, Prancis
telah menolak seluruh
pandangan yang
menentang filsafat- filsafat menyimpang mereka
sendiri dan tidak
menganggapnya sebagai
sebuah ancaman. Akan
tetapi, mereka telah
dikagetkan oleh buku Atlas Penciptaan dan benar-
benar mengalami keadaan
gegar budaya (culture
shock). Menteri Pendidikan
Prancis melontarkan
pernyataan pribadi, meminta buku tersebut
dijauhkan dari para siswa.
Ia tidak menyesal dengan
menyatakan bahwa ia
menganggap buku itu tidak
dapat diterima masyarakat Prancis. Permasalahan
tersebut diulas dengan
bahasa yang kasar di
koran-koran dan majalah-
majalah utama Prancis.
Judul utama dengan kata- kata yang mengisyaratkan
bencana dan ketakutan,
seperti “gempa bumi,”
“serangan” and
“pemboman ” muncul di
media cetak seperti Le Figaro, L’Express, Le Monde
dan La Croix. Semua
tanggapan ini menyingkap
dampak yang ditimbulkan
buku tersebut di Prancis,
sebab buku tersebut merupakan penghancuran
tak terbantahkan terhadap
Darwinisme, tanpa
menyisakan keraguan
sedikit pun. Namun
sesungguhnya, apa yang dipermasalahkan adalah
sebuah buku dan
pemikiran- pemikiran serta
bukti-bukti yang
dimuatnya. Jika bantahan
hendak diberikan, maka haruslah pula didukung
oleh bukti-bukti, dan pada
tataran intelektual. Tapi
Prancis, ketika dihadapkan
langsung dengan fakta
Penciptaan yang jelas dan tak terbantahkan untuk
kali pertama, tiba-tiba
menanggalkan budaya
kebebasan berbicara yang
dianutnya selama ratusan
tahun—yang kesemuanya untuk tujuan mengingkari
keberadaan Tuhan dan
melindungi filsafat
materialis dari keruntuhan.
Kini bangsa Prancis
mengambil kebijakan pengekangan dan
pelarangan yang
diwariskan Jerman Nazi.
Prancis diperkirakan
menempuh “jalan terakhir“
berupa pembakaran massal ala Nazi buku penting
tersebut,
yang oleh menteri
pendidikan telah dilarang di
sekolah- sekolah! Keadaan
ini, yang memperlihatkan ketidakberdayaan mereka
yang tidak mampu
membantah secara
intelektual,
sesungguhnya
mengumumkan keruntuhan materialisme.
Dengan kehendak Tuhan,
abad ke-21 akan menjadi
zaman keemasan bagi umat
manusia ketika kaum
beriman secara intelektual menghapuskan seluruh
gerakan yang menentang
nilai-nilai ajaran agama.
Menurut penelitian Yayasan
Pengkajian Ekonomi dan
Sosial Turki (Turkish Economic and Social Studies
Foundation, TESEV), jumlah
orang di Turki yang
mengatakan bahwa“Tuhan
menciptakan manusia”
mencapai 87.4%. Ini memicu reaksi besar di Eropa, yang
berada dalam pengaruh
kuat materialis. Penolakan
bangsa Turki dalam jumlah
mayoritas terhadap teori
evolusi telah menjadi bahan keterkejutan dan
kekhawatiran yang besar.
Kita berharap bahwa
bangsa Turki akan
membantu masyarakat
Eropa menyaksikan kebenaran dan berpaling
kepada nilai-nilai ajaran
agama.
Nurjamil
Minggu, 29 Januari 2012
Nurjamil: Sejarah
Ketakutan terhadap "Atlas
Penciptaan" di Prancis,
Tempat Lahir Pemikiran
Materialis
HARUN YAHYA
Para pemikir Prancis telah mengemukakan pemikiran-
pemikiran paling
menyimpang terhadap hal-
hal suci dan nilai-nilai ajaran
agama, yang berujung pada
gerakan pemberontakan dan perlawanan atas nama
kebebasan. Para
cendekiawan Prancis yang
sangat berpengaruh seperti
Voltaire, Rousseau, Diderot,
Helvetius, Holbach, Auguste Comte, Jean- Paul Sartre dan
Albert
Camus telah memainkan
peran utama
dalam pergeseran Eropa ke
arah materialisme dan penyebaran ateisme.
Prancis masih merupakan
salah satu dari negara-
negara yang
memperlihatkan
permusuhan paling nyata terhadap keimanan kepada
Tuhan. Sebagian besar
masyarakat Prancis berada
dalam kendali penuh paham
sosialis, dan telah bersatu
melawan nilai-nilai ajaran agama akibat salah
informasi dan kurangnya
pendidikan. Prancis juga
memberikan dukungan
terbuka kepada terorisme
komunis separatis yang tidak berkesudahan di
Turki. Prancis terkenal
akan sikap permusuhannya
terkait dengan
pembantaian ras Armenia
yang diduga ada itu. Selain itu, sangatlah penting
bahwa pusat Freemasonry
dunia harus berada di
Prancis. Masyarakat Prancis
sangat bangga dengan
pujian terhadap para filsuf mereka, pemikiran-
pemikiran
menyimpang yang mereka
tanamkan ke seluruh dunia,
dan budayanya, yang
sesungguhnya tidak mengandung apa pun selain
tipuan kosong. Namun hari
ini,
mereka mengalami pukulan
keras. Buku berjudul
L'ATLAS DE LA CREATION (The Atlas of Creation, atau
Atlas Penciptaan) telah
mengundang
perhatian para tokoh
penting, dan seluruh pusat
pendidikan di Prancis telah membunyikan tanda
bahaya tingkat paling
tinggi Hingga kini, Prancis
telah menolak seluruh
pandangan yang
menentang filsafat- filsafat menyimpang mereka
sendiri dan tidak
menganggapnya sebagai
sebuah ancaman. Akan
tetapi, mereka telah
dikagetkan oleh buku Atlas Penciptaan dan benar-
benar mengalami keadaan
gegar budaya (culture
shock). Menteri Pendidikan
Prancis melontarkan
pernyataan pribadi, meminta buku tersebut
dijauhkan dari para siswa.
Ia tidak menyesal dengan
menyatakan bahwa ia
menganggap buku itu tidak
dapat diterima masyarakat Prancis. Permasalahan
tersebut diulas dengan
bahasa yang kasar di
koran-koran dan majalah-
majalah utama Prancis.
Judul utama dengan kata- kata yang mengisyaratkan
bencana dan ketakutan,
seperti “gempa bumi,”
“serangan” and
“pemboman ” muncul di
media cetak seperti Le Figaro, L’Express, Le Monde
dan La Croix. Semua
tanggapan ini menyingkap
dampak yang ditimbulkan
buku tersebut di Prancis,
sebab buku tersebut merupakan penghancuran
tak terbantahkan terhadap
Darwinisme, tanpa
menyisakan keraguan
sedikit pun. Namun
sesungguhnya, apa yang dipermasalahkan adalah
sebuah buku dan
pemikiran- pemikiran serta
bukti-bukti yang
dimuatnya. Jika bantahan
hendak diberikan, maka haruslah pula didukung
oleh bukti-bukti, dan pada
tataran intelektual. Tapi
Prancis, ketika dihadapkan
langsung dengan fakta
Penciptaan yang jelas dan tak terbantahkan untuk
kali pertama, tiba-tiba
menanggalkan budaya
kebebasan berbicara yang
dianutnya selama ratusan
tahun—yang kesemuanya untuk tujuan mengingkari
keberadaan Tuhan dan
melindungi filsafat
materialis dari keruntuhan.
Kini bangsa Prancis
mengambil kebijakan pengekangan dan
pelarangan yang
diwariskan Jerman Nazi.
Prancis diperkirakan
menempuh “jalan terakhir“
berupa pembakaran massal ala Nazi buku penting
tersebut,
yang oleh menteri
pendidikan telah dilarang di
sekolah- sekolah! Keadaan
ini, yang memperlihatkan ketidakberdayaan mereka
yang tidak mampu
membantah secara
intelektual,
sesungguhnya
mengumumkan keruntuhan materialisme.
Dengan kehendak Tuhan,
abad ke-21 akan menjadi
zaman keemasan bagi umat
manusia ketika kaum
beriman secara intelektual menghapuskan seluruh
gerakan yang menentang
nilai-nilai ajaran agama.
Menurut penelitian Yayasan
Pengkajian Ekonomi dan
Sosial Turki (Turkish Economic and Social Studies
Foundation, TESEV), jumlah
orang di Turki yang
mengatakan bahwa“Tuhan
menciptakan manusia”
mencapai 87.4%. Ini memicu reaksi besar di Eropa, yang
berada dalam pengaruh
kuat materialis. Penolakan
bangsa Turki dalam jumlah
mayoritas terhadap teori
evolusi telah menjadi bahan keterkejutan dan
kekhawatiran yang besar.
Kita berharap bahwa
bangsa Turki akan
membantu masyarakat
Eropa menyaksikan kebenaran dan berpaling
kepada nilai-nilai ajaran
agama.
Penciptaan" di Prancis,
Tempat Lahir Pemikiran
Materialis
HARUN YAHYA
Para pemikir Prancis telah mengemukakan pemikiran-
pemikiran paling
menyimpang terhadap hal-
hal suci dan nilai-nilai ajaran
agama, yang berujung pada
gerakan pemberontakan dan perlawanan atas nama
kebebasan. Para
cendekiawan Prancis yang
sangat berpengaruh seperti
Voltaire, Rousseau, Diderot,
Helvetius, Holbach, Auguste Comte, Jean- Paul Sartre dan
Albert
Camus telah memainkan
peran utama
dalam pergeseran Eropa ke
arah materialisme dan penyebaran ateisme.
Prancis masih merupakan
salah satu dari negara-
negara yang
memperlihatkan
permusuhan paling nyata terhadap keimanan kepada
Tuhan. Sebagian besar
masyarakat Prancis berada
dalam kendali penuh paham
sosialis, dan telah bersatu
melawan nilai-nilai ajaran agama akibat salah
informasi dan kurangnya
pendidikan. Prancis juga
memberikan dukungan
terbuka kepada terorisme
komunis separatis yang tidak berkesudahan di
Turki. Prancis terkenal
akan sikap permusuhannya
terkait dengan
pembantaian ras Armenia
yang diduga ada itu. Selain itu, sangatlah penting
bahwa pusat Freemasonry
dunia harus berada di
Prancis. Masyarakat Prancis
sangat bangga dengan
pujian terhadap para filsuf mereka, pemikiran-
pemikiran
menyimpang yang mereka
tanamkan ke seluruh dunia,
dan budayanya, yang
sesungguhnya tidak mengandung apa pun selain
tipuan kosong. Namun hari
ini,
mereka mengalami pukulan
keras. Buku berjudul
L'ATLAS DE LA CREATION (The Atlas of Creation, atau
Atlas Penciptaan) telah
mengundang
perhatian para tokoh
penting, dan seluruh pusat
pendidikan di Prancis telah membunyikan tanda
bahaya tingkat paling
tinggi Hingga kini, Prancis
telah menolak seluruh
pandangan yang
menentang filsafat- filsafat menyimpang mereka
sendiri dan tidak
menganggapnya sebagai
sebuah ancaman. Akan
tetapi, mereka telah
dikagetkan oleh buku Atlas Penciptaan dan benar-
benar mengalami keadaan
gegar budaya (culture
shock). Menteri Pendidikan
Prancis melontarkan
pernyataan pribadi, meminta buku tersebut
dijauhkan dari para siswa.
Ia tidak menyesal dengan
menyatakan bahwa ia
menganggap buku itu tidak
dapat diterima masyarakat Prancis. Permasalahan
tersebut diulas dengan
bahasa yang kasar di
koran-koran dan majalah-
majalah utama Prancis.
Judul utama dengan kata- kata yang mengisyaratkan
bencana dan ketakutan,
seperti “gempa bumi,”
“serangan” and
“pemboman ” muncul di
media cetak seperti Le Figaro, L’Express, Le Monde
dan La Croix. Semua
tanggapan ini menyingkap
dampak yang ditimbulkan
buku tersebut di Prancis,
sebab buku tersebut merupakan penghancuran
tak terbantahkan terhadap
Darwinisme, tanpa
menyisakan keraguan
sedikit pun. Namun
sesungguhnya, apa yang dipermasalahkan adalah
sebuah buku dan
pemikiran- pemikiran serta
bukti-bukti yang
dimuatnya. Jika bantahan
hendak diberikan, maka haruslah pula didukung
oleh bukti-bukti, dan pada
tataran intelektual. Tapi
Prancis, ketika dihadapkan
langsung dengan fakta
Penciptaan yang jelas dan tak terbantahkan untuk
kali pertama, tiba-tiba
menanggalkan budaya
kebebasan berbicara yang
dianutnya selama ratusan
tahun—yang kesemuanya untuk tujuan mengingkari
keberadaan Tuhan dan
melindungi filsafat
materialis dari keruntuhan.
Kini bangsa Prancis
mengambil kebijakan pengekangan dan
pelarangan yang
diwariskan Jerman Nazi.
Prancis diperkirakan
menempuh “jalan terakhir“
berupa pembakaran massal ala Nazi buku penting
tersebut,
yang oleh menteri
pendidikan telah dilarang di
sekolah- sekolah! Keadaan
ini, yang memperlihatkan ketidakberdayaan mereka
yang tidak mampu
membantah secara
intelektual,
sesungguhnya
mengumumkan keruntuhan materialisme.
Dengan kehendak Tuhan,
abad ke-21 akan menjadi
zaman keemasan bagi umat
manusia ketika kaum
beriman secara intelektual menghapuskan seluruh
gerakan yang menentang
nilai-nilai ajaran agama.
Menurut penelitian Yayasan
Pengkajian Ekonomi dan
Sosial Turki (Turkish Economic and Social Studies
Foundation, TESEV), jumlah
orang di Turki yang
mengatakan bahwa“Tuhan
menciptakan manusia”
mencapai 87.4%. Ini memicu reaksi besar di Eropa, yang
berada dalam pengaruh
kuat materialis. Penolakan
bangsa Turki dalam jumlah
mayoritas terhadap teori
evolusi telah menjadi bahan keterkejutan dan
kekhawatiran yang besar.
Kita berharap bahwa
bangsa Turki akan
membantu masyarakat
Eropa menyaksikan kebenaran dan berpaling
kepada nilai-nilai ajaran
agama.
Rabu, 04 Januari 2012
Sejarah
Salah seorang murid Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menceritakan kisah ini, Dia berkata : Pada salah satu kajian Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah di Masjidil Haram, salah seorang murid beliau bertanya tentang sebuah masalah yang didalamnya ada syubhat, serta pendapat dari Syaikh Bin Baz rahimahullah tentang masalah tersebut. maka Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab pertanyaan penanya serta memuji Syaikh Bin Baz rahimahullah.
Ditengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannya pun keras hingga para murid pun mengetahuinya.
Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dia dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Aku pun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: "Bagaimana kabarmu wahai akhi (saudaraku), apa yang membuatmu menangis ?" Maka ia menjawab dengan bahasa yang mengharukan, "Jazakallahu khairan." Akupun mengulangi sekali lagi, "Apa yang membuatmu menangis akhi…?"
Dia pun menjawab dengan tekanan suara yang haru, "Tidak apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh Bin Baz rahimahullah, maka aku pun menangis."
Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi.
Dia meneruskan keterangannya: "Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh Bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengharuskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut.
Saat itu, aku tidak memiliki uang selain seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka aku pun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman. Mereka menolak. Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku, dan tidak tidur karena aku.
Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasakan apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu dunia pun tersa menjadi gelap.
Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata, "Makanlah, dengan membacabismillah !" Aku pun tidak mempercayai yang tengah kualami.
Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, "Wudhulah untuk shalat!" Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata, "Apakah engkau sudah makan ?" Aku pun, Ya, sudah. Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk diatas kursi di bagian depan masjid, sementara banyak jamaah shalat dan banyak murid mengitarinya.
Kemudian Syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka aku pun meletakkan tanganku diatas kepalaku karena malu dan taku.
Ya Allaaah…, apa yang telah kulakukan ? aku telah mencuri di rumah Syaikh Bin Baz ?!
Sebelumya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan.
Setelah Syaikh Bin Baz rahimahullah selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukkanku di sisi beliau. ditengah makan beliau bertanya kepadaku, "Siapakah namamu ?" Kujawab, "Murtadho."
Beliau bertanya lagi, "Mengapa engkau mencuri ?" Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata, "Baik, kami akan memberimu 9000 (sembilan ribu) Riyal." Aku berkata kepada beliau, "Yang dibutuhkan hanya 7000 (tujuh ribu) Riyal." Beliau menjawab, "Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku."
Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdoa untuk beliau. aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibu. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh Bin Baz rahimahullah. Aku pergi kerumah beliau. aku mengenali beliau dan beliau pun mengenaliku.
Kemudian beliau pun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 (seribu lima ratus) Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, "Apa ini ?" Kujawab, "Itu sisanya." Maka beliau berkata, "Ini untukmu."
Ku katakan, "Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda." Maka beliau menjawab, "Apa itu wahai anakku ?" kujawab, "Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Allah menjaga anda." Maka beliau menjawab, "Baiklah." Aku pun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau rahimahullah.
Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat kerumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata, "Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh Bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja.
Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberi tahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang penjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya, Kabar apa ? Mereka menjawab, Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawa ke kepolisian. Maka Syaikh pun berkata sambil marah, Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan."
Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut, "Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau rahimahullah. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah." Mudah-mudahan Allah Taala merahmati Syaikh Bin Baz dab Syaikh Ibnu Utsaimin, dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin. (kisah) www.suaramedia.com
Ditengah-tengah mendengar kajian, tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan jarak kira-kira 30 orang dari arah sampingku kedua matanya mengalirkan air mata dengan deras, dan suara tangisannya pun keras hingga para murid pun mengetahuinya.
Di saat Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah selesai dari kajian, dan majelis sudah sepi aku melihat kepada pemuda yang tadi menangis. Ternyata dia dalam keadaan sedih, dan bersamanya sebuah mushhaf. Aku pun lebih mendekat hingga kemudian aku bertanya kepadanya setelah kuucapkan salam: "Bagaimana kabarmu wahai akhi (saudaraku), apa yang membuatmu menangis ?" Maka ia menjawab dengan bahasa yang mengharukan, "Jazakallahu khairan." Akupun mengulangi sekali lagi, "Apa yang membuatmu menangis akhi…?"
Dia pun menjawab dengan tekanan suara yang haru, "Tidak apa-apa, sungguh aku telah ingat Syaikh Bin Baz rahimahullah, maka aku pun menangis."
Kini menjadi jelas bagiku dari penuturannya bahwa dia dari Pakistan, sedang dia mengenakan pakaian orang Saudi.
Dia meneruskan keterangannya: "Dulu aku mempunyai sebuah kisah bersama Syaikh Bin Baz rahimahullah, yaitu sepuluh tahun yang lalu aku bekerja sebagai satpam pada salah satu pabrik batu bata di kota Thaif. Suatu ketika datang sebuah surat dari Pakistan kepadaku yang menyatakan bahwa ibuku dalam keadaan kritis, yang mengharuskan operasi untuk penanaman sebuah ginjal. Biaya operasi tersebut membutuhkan tujuh ribu Riyal Saudi (kurang lebih 17,5 juta Rupiah). Jika tidak segera dilaksanakan operasi dalam seminggu, bisa jadi dia akan meninggal. Sedangkan beliau sudah berusia lanjut.
Saat itu, aku tidak memiliki uang selain seribu Riyal, dan aku tidak mendapati orang yang mau memberi atau meminjami uang. Maka aku pun meminta kepada perusahaan untuk memberiku pinjaman. Mereka menolak. Aku menangis sepanjang hari. Dia adalah ibu yang telah merawatku, dan tidak tidur karena aku.
Pada situasi yang genting tersebut, aku memutuskan untuk mencuri pada salah satu rumah yang bersebelahan dengan perusahaan pada jam dua malam. Beberapa saat setelah aku melompati pagar rumah, aku tidak merasakan apa-apa kecuali para polisi tengah menangkap dan melemparkanku ke mobil mereka. Setelah itu dunia pun tersa menjadi gelap.
Tiba-tiba, sebelum shalat subuh para polisi mengembalikanku ke rumah yang telah kucuri. Mereka memasukkanku ke sebuah ruangan kemudian pergi. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang menghidangkan makanan seraya berkata, "Makanlah, dengan membacabismillah !" Aku pun tidak mempercayai yang tengah kualami.
Saat adzan shalat subuh, mereka berkata kepadaku, "Wudhulah untuk shalat!" Saat itu rasa takut masih menyelimutiku. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sudah lanjut usia dipapah salah seorang pemuda masuk menemuiku. Kemudian dia memegang tanganku dan mengucapkan salam kepadaku seraya berkata, "Apakah engkau sudah makan ?" Aku pun, Ya, sudah. Kemudian dia memegang tangan kananku dan membawaku ke masjid bersamanya. Kami shalat subuh. Setelah itu aku melihat lelaki tua yang memegang tanganku tadi duduk diatas kursi di bagian depan masjid, sementara banyak jamaah shalat dan banyak murid mengitarinya.
Kemudian Syaikh tersebut memulai berbicara menyampaikan sebuah kajian kepada mereka. Maka aku pun meletakkan tanganku diatas kepalaku karena malu dan taku.
Ya Allaaah…, apa yang telah kulakukan ? aku telah mencuri di rumah Syaikh Bin Baz ?!
Sebelumya aku telah mendengar nama beliau, dan beliau telah terkenal di negeri kami, Pakistan.
Setelah Syaikh Bin Baz rahimahullah selesai dari kajian, mereka membawaku ke rumah sekali lagi. Syaikh pun memegang tanganku, dan kami sarapan pagi dengan dihadiri oleh banyak pemuda. Syaikh mendudukkanku di sisi beliau. ditengah makan beliau bertanya kepadaku, "Siapakah namamu ?" Kujawab, "Murtadho."
Beliau bertanya lagi, "Mengapa engkau mencuri ?" Maka aku ceritakan kisah ibuku. Beliau berkata, "Baik, kami akan memberimu 9000 (sembilan ribu) Riyal." Aku berkata kepada beliau, "Yang dibutuhkan hanya 7000 (tujuh ribu) Riyal." Beliau menjawab, "Sisanya untukmu, tetapi jangan lagi mencuri wahai anakku."
Aku mengambil uang tersebut, dan berterima kasih kepada beliau dan berdoa untuk beliau. aku pergi ke Pakistan, lalu melakukan operasi untuk ibu. Alhamdulillah, beliau sembuh. Lima bulan setelah itu, aku kembali ke Saudi, dan langsung mencari keberadaan Syaikh Bin Baz rahimahullah. Aku pergi kerumah beliau. aku mengenali beliau dan beliau pun mengenaliku.
Kemudian beliau pun bertanya tentang ibuku. Aku berikan 1500 (seribu lima ratus) Riyal kepada beliau, dan beliau bertanya, "Apa ini ?" Kujawab, "Itu sisanya." Maka beliau berkata, "Ini untukmu."
Ku katakan, "Wahai Syaikh, saya memiliki permohonan kepada anda." Maka beliau menjawab, "Apa itu wahai anakku ?" kujawab, "Aku ingin bekerja pada anda sebagai pembantu atau apa saja, aku berharap dari anda wahai Syaikh, janganlah menolak permohonan saya, mudah-mudahan Allah menjaga anda." Maka beliau menjawab, "Baiklah." Aku pun bekerja di rumah Syaikh hingga wafat beliau rahimahullah.
Selang beberapa waktu dari pekerjaanku di rumah Syaikh, salah seorang pemuda yang mulazamah kepada beliau memberitahuku tentang kisahku ketika aku melompat kerumah beliau hendak mencuri di rumah Syaikh. Dia berkata, "Sesungguhnya ketika engkau melompat ke dalam rumah, Syaikh Bin Baz saat itu sedang shalat malam, dan beliau mendengar sebuah suara di luar rumah. Maka beliau menekan bel yang beliau gunakan untuk membangunkan keluarga untuk shalat fardhu saja.
Maka mereka terbangun semua sebelum waktunya. Mereka merasa heran dengan hal ini. Maka beliau memberi tahu bahwa beliau telah mendengar sebuah suara. Kemudian mereka memberi tahu salah seorang penjaga keamanan, lalu dia menghubungi polisi. Mereka datang dengan segera dan menangkapmu. Tatkala Syaikh mengetahui hal ini, beliau bertanya, Kabar apa ? Mereka menjawab, Seorang pencuri berusaha masuk, mereka sudah menangkap dan membawa ke kepolisian. Maka Syaikh pun berkata sambil marah, Tidak, tidak, hadirkan dia sekarang dari kepolisian, dia tidak akan mencuri kecuali dia orang yang membutuhkan."
Maka di sinilah kisah tersebut berakhir. Aku katakan kepada pemuda tersebut, "Sungguh matahari sudah terbit, seluruh umat ini terasa berat, dan menangisi perpisahan dengan beliau rahimahullah. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah." Mudah-mudahan Allah Taala merahmati Syaikh Bin Baz dab Syaikh Ibnu Utsaimin, dan menempatkan keduanya di keluasan surga-Nya. Amiin. (kisah) www.suaramedia.com
MANFAAT INTERNET UNTUK PENDIDIKAN
Bagaimana dampaknya apabila guru dan anak didik tertinggal oleh teknologi informasi seperti internet? atau Apa Keuntungannya apabila pembelajaran menggunakan ICT?
1. Internet
Internet adalah ‘jaringan informasi (data) langit’ yang hanya dapat diakses (dipantau dan diperbaharui) melalui komputer. Ada komputer yang mengirim, meng-input data informasi, semetara, komputer yang lain bisa terhubung dengan jaringan informasi langit itu (melalui saluran telepon, radio, atau, soket arus listerik tertentu) untuk mengakses, mencari berbagai data dan ‘bahan ajar’.
Berbicara dan atau menggambarkan apa itu internet, tidak akan habis-habisnya, karena DUNIA MAYA, begitu dia biasa disebut sebahagian orang, terus berubah dan tidak berhenti berkembang dari detik ke detik. Internet sulit diceritakan dengan kata-kata. Namun untuk mengaksesnya, atau menggunakannya, tidak lebih sulit dari pada mengambil uang anda di anjungan tunai mandiri(ATM) bank.
Seperti pisau, internet mempunyai sifat netral nilai. Dia bisa berdampak positif maupun negatif tergantung sipemakainya.
Internet bisa dipakai untuk ‘menumpuk data’ sebanyak-banyaknya dalam satu sistem, dan dapat diakses kembali dari komputer (yang terhubung) mana saja, dan kapan saja secara bersamaan.
Bila sistem pendataan dengan internet telah dimanfaatkan secara maksimum, akan memungkinkan kita tahu dari jaringan itu tentang: seorang pejabat A, dulu pendidikan SD-nya di mana? Waktu dia di SMA, masuk peringkat sepuluh besar atau tidak. Dari sepotong informasi internet tentang: SD yang ambruk akibat gempa, hanya dengan menekan beberapa key komputer saja, akan dapat dikalkulasikan berapa siswa yang terkendala pembelajarannya. Kita bisa tahu, berapa dana yang diperlukan untuk memulihkan kondisi sekolah itu, secara keseluruhan.
Pembelajaran dengan computer assisted learning adalah pembelajaran dengan bantuan komputer, yang bersifat: individual, memperhatikan ‘kecepatan’ tanggap pembelajarnya, dan berpenampilan (layar) menarik, serta responsive terhadap siswanya. Hampir semua guru sepakat bahwa pembelajaran: dengan pendekatan individual (lawan dari cara klasikal), memperhatikan speed siswa, menarik, dan responsive sesuai dengan yang diinginkan siswa akan lebih produktif.
Internet untuk pembelajaran dapat difungsikan sebagai sumber belajar yang memuat data dan fakta untuk referensi belajar. Data dan fakta itu selalu bisa diperbaharui, sehingga dia tidak mudah basi, namun dapat pula ditampilkan berulang-ulang tanpa tambahan biaya yang berarti. Hal ini berbeda dengan dengan data ‘tercetak’, dan percobaan laboratorium convensional, dengan alat fisika dan unsur kimia. Oleh sebab itu, internet, lebih mampu untuk ‘memuaskan’ rasa ingin tahu siswa, sekaligus lebih murah.
Walaupun diakui bahwa di dalam dunia internet itu cukup banyak terdapat ‘situs-situs sampah’, namun begitu, pilihan untuk mengunjungi situs yang mana, seratus persen di tangan anda sendiri. Kalau seseorang mau belajar, atau mau bekerja dengan internet, tentu dia akan menerima arahan yang diberikan gurunya dalam pemakaian produk teknologi canggih itu. Dia hanya akan mengunjungi situs yang ‘benar’ saja.
2. Kegiatan Pendidikan
Apa itu kegiatan pendidikan?
Dunia pendidikan adalah dunia proses belajar. Secara tradisional kita biasa berpikir, komponen dasar dunia pendidikan terdiri dari: siswa, narasumber (fasilitator – guru), dan sumber belajar. Kita sering mengabaikan peran dan pengaruh masyarakat lain, seperti: para pejabat non keguruan, orangtua siswa yang tergabung dalam komite pendidikan dan lingkungan dunia usaha, terhadap pendidikan. Kita juga kurang mendayagunakan kemajuan teknologi untuk kemajuan pendidikan. Yang kita anggap harus terlibat dalam proses belajar, selama ini, hanyalah siswa saja. Kita lupa bahwa para pendidik, guru, dan masyarakat luas mestinya tidak berhenti terlibat dalam proses belajar. Mereka juga harus tetap belajar. Sekali kelompok ini berhenti (belajar), maka ia akan berdampak kepada stagnancy, terhenti-nya, atau setidaknya melambatnya kemajuan pendidikan di Indonesia.
Siapa yang mendidik, dan yang di-didik?
Tidak semua orang terdidik menjadi pendidik, dan tidak semua pendidik pula menjadi guru. Pendidik adalah orang yang memperhatikan dan mau berbuat sesuatu untuk pendidikan. Siapa saja yang terdidik bisa menjadi pendidik kalau mau, termasuk presiden dan tukang becak. Sementara, guru adalah pendidik yang berprofesi sebagai pengajar. Ada berbagai macam guru; di antaranya: guru mata pelajaran di sekolah atau pusat-pusat pembelajaran. Alangkah bagusnya bila semua pendidik dan guru mata pelajaran bersinergi dalam mendidik bangsa ini. Akan lebih bagus lagi, kalau mereka (pendidik dan guru) mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan teknologi komputer dan internet untuk pendidikan.
Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia terkait Pemanfaatan teknologi?
Disayangkan, bahwa sampai sekarang belum ada data konkrit, yang mengungkapkan ada berapa orang guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia yang tahu, yang gandrung terhadap pemakaian teknologi komputer di lahan kerjanya.
Karena kita telah dikelilingi oleh kemajuan teknologi internet, semestinya para pendidik dan guru, yang menguasai internet, haruslah lebih diperankan, sehingga mereka dapat dan mampu meyakinkan pendidik lain. Hanya guru yang berkemampuan teknologi internetlah yang akan mampu untuk mengarahkan siswanya kepada Pemanfaatan internet untuk membelajarkan diri mereka.
Sekarang, ada kesan bahwa teknologi itu dibiarkan saja bergentayangan secara ‘liar’. Di samping itu, sekarang ada berkembang semacam gejala internet pobia (penolakan terhadap internet) di tengah masyarakat. Bahkan di kalangan sebahagian besar tenaga kependidikan dan guru juga, ada gejala ini. Padahal kita tidak bisa membendung penyebaran internet itu dari lingkungan kita. Kita hanya bisa saja menutup pintu rumah kita dari internet dan kemajuan teknologi, namun tidak akan bisa mencegahnya muncul di warnet dan rental komputer. Putra-putri kita, bisa saja sering datang kesana, baik untuk mengakses internet maupun untuk menggunakan jasa rental komputer lainnya. Lalu bagaimana kita bisa mengontrol mereka?
Sebagai orangtua, atau pendidik, yang harus kita sadari adalah bahwa; anak kita pada umumnya akan belajar karena menyukai sesuatu, bukan karena disuruh belajar sesuatu. Kebanyakan anak kita menyukai produk teknologi komputer. Setelah kita tahu bahwa mereka menyukai teknologi itu, karena hal itu merupakan suatu hal yang baru dan ‘nge trend’ di kalangan mereka, kita (guru) tidak memanfaatkan situasi itu untuk pendidikan mereka?
Barangkali, tidak bijaksana kalau kita memposisikan internet sebagai ‘musuh’ yang harus dijauhi.
Walaupun terlihat, belum cukup banyak tenaga kependidikan dan guru yang mampu memanfaatkan komputer untuk pengelolaan manajemen pendidikan dan pembelajaran, sebetulnya, usaha kearah Pemanfaatan komputer dan internet sudah harus di-seriusi. Perangkat keras dan lunak, komputer dan internet di sekolah, kantor dinas pendidikan, dan di masyarakat luas sudah cukup banyak tersedia. Pelatihan Pemanfaatan komputer juga sudah cukup sering diadakan.
Saya yakin, kita tidak perlu menunggu sampai semua pegawai dan guru di jajaran pendidikan harus ‘mellek’ komputer dan internet terlebih dahulu, sebelum pemakaian teknologi itu dimulai. Dayagunakan saja siapa yang ‘lebih mampu’, di kantor dan sekolah untuk pengoperasian komputer dan jaringan internet yang sudah ada. Jangan biarkan fasilitas itu berdebu dan rusak karena tidak pernah disentuh.
3. Komputer, Internet untuk Pendidikan
Pemanfaatan Internet, dalam dunia pendidikan, dapat digunakan pihak siswa dan guru untuk dua hal:
Pertama, pemakaian internet untuk kepentingan administrasi dan manajemen pendidikan, di tiap sekolah, dan secara nasional. Manajemen data pendidikan bisa dilakukan secara berangkai, terhubung dalam satu sistem komunikasi dua arah, mulai dari kantor Departemen Pendidikan, dinas propinsi, kabupaten kota, sampai ke masing-masing sekolah, dan sebaliknya. Dengan begitu, administrasi pendidikan yang mencakup lalulintas informasi pendidikan bisa dilaksanakan dengan mudah, lancar, cepat, dan lebih murah.
Kedua, penggunaan internet untuk ( alat pembelajaran) dan atau sumber belajar. Negara kita termasuk yang tertinggal dalam Pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran. Bahkan, kita terbelakang dalam Pemanfaatan teknologi pembelajaran dengan pemakaian komputer non internet, sekalipun. Padahal, komputer telah cukup lama dan cukup banyak tersebar di sekolah, dan di tengah masyarakat. Di berbagai kota kecamatan, sudah sangat banyak ditemukan toko, (usaha) sewa komputer. Semua perangkat teknologinya sudah tersedia, namun kita lemah dalam Pemanfaatan.
Kata ‘pendidikan’, biasanya, diasosiasikan dengan orang dewasa, yaitu: tenaga kependidikan dan guru. Sementara, kata ‘belajar‘ dikaitkan dengan siswa. Mendidik adalah usaha sadar yang semestinya dilakukan oleh orang yang telah terdidik kepada anak didik.
Agar pendidikan atau pembelajaran efektif; sebaiknya, siswa juga melakukan pembelajaran secara sadar. Anak muda diharapkan mau mempelajari apa-apa yang bernilai pendidikan. Namun pada kenyataannya, anak muda biasanya hanya akan mempelajari apa yang disukainya saja. Yang kurang disukainya tidak akan mereka pelajari, betapapun pentingnya objek itu menurut pandangan orang terdidik. Hal yang positif dari produk teknologi, adalah, siswa menyukainya. Siswa dengan mudah mengenal dan mengoperasikan peralatan teknologi. Tugas guru menjadi terbantu, karena mereka cukup memberikan arahan dari segi content, isi situs pendidikan saja.
4. Secara nasional, Usaha Pemakaian Internet Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia telah dimulai semenjak akhir tahun 1990-an.
Mulanya dalam bentuk LAN (local area network); ketika sistem itu diperkenalkan di beberapa sekolah kejuruan di berbagai kabupaten dan kota. Kemudian, dikembangkan menjadi WAN (wider area network), yang memungkinkan antar sekolah dan kantor dinas saling terhubung, dengan saluran radio sebagai media. Kini telah ada ICT dengan hubungan ke internet melalui protocoler ICT Depdiknas Jakarta atau lebih dikenal dengan JARDIKNAS. Sistem ini telah memungkinkan semakin banyak sekolah dan kantor pendidikan di seluruh Indonesia terhubung dengan internet.
Usaha sosialisasi Pemanfaatan internet untuk pendidikan maupun untuk berbagai kegiatan pemerintahan, cukup gencar, kita saksikan di layar televisi. Ada sidang pengadilan (mendengar kesaksian) jarak jauh, bahkan ada konferensi asosiasi mendiknas 11 negara se-Asean di Bali, yang diresmikan Presiden Susilo. Sidang itu, malah, diikuti pula oleh tujuh anggota asosiasi, dari negara maju lain-nya. Tema konferensi ini adalah “Pemanfaatan Komunikasi Informasi dan Teknologi untuk meningkatkan kualitas dan nilai-nilai pendidikan”.
Secara makro, Indonesia sudah melakukan sosialisasi pemakaian komputer dan internet secara memadai. Yang diperlukan sekarang, menurut saya, adalah sosialisai yang langsung menyentuh para staf dinas pendidikan di propinsi, kabupaten dan kota serta semua guru mata pelajaran. Dengan begitu pemakaian internet dikalangan pendidik dan siswa akan bisa berkembang.
5. Kondisi PPPPTK Matematika dalam Pemanfaatan Komputer dan Internet untuk Pendidikan
PPPPTK Matematika telah mempunyai koneksi jaringan internet, namun pemanfaatannya masih terbatas pada searching maupun browsing, sedangkan pemanfaatan sebagai distance learning masih belum optimal, untuk e-learning maupun konsultasi (bimbingan belajar) belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian Widyaiswara belum memfaatkan internet untuk mengekplorasi karya ilmiah maupun info ke-matematika-an yang trend saat ini yang dapat dimanfaatkan langsung sebagai sarana interaktif antara WI itu sendiri dengan alumni maupun masyarakat yang peduli dengan pendidikan terutama matematika maupun sumber belajar lainnya.
Sebetulnya, Pemanfaatan internet untuk pendidikan, mirip dengan pengenalan ‘produk dagang baru’. Diperlukan pula suatu tahap pengenalan, internet, kepada para fungsional/Widyaiswara, pejabat structural, maupun pegawai di lingkungan P4TK Matematika. Ini penting, agar jangan timbul persepsi yang salah. Persepsi yang salah terhadap pemakaian komputer dan internet, dalam dunia pendidikan akan berdampak kepada ‘sikap menolak’.
Sosialisasi komputer dan internet yang benar dan efektif tentu hanya akan dapat dilakukan oleh orang yang ‘akrab’ dengan teknologi itu.
Begitu pula halnya dengan usaha memperkenalkan Pemanfaatan internet atau komputer untuk pembelajaran bagi guru; hanya para Widyaiswaralah, yang mengerti cara manfaat internet dan komputer, yang langsung berinteraksi dengan guru yang akan bisa mengembangkan pemakaian komputer dan internet itu kepada siswanya di sekolah dan pusat-pusat belajar. Para guru yang berada diujung tombak atau lini depan pembelajaran untuk pendidikan kita mestilah diarahkan dan digerakkan oleh para pejabat agar bisa dan mau berubah kearah penggunaan internet itu untuk membelajarkan siswanya.
1. Internet
Internet adalah ‘jaringan informasi (data) langit’ yang hanya dapat diakses (dipantau dan diperbaharui) melalui komputer. Ada komputer yang mengirim, meng-input data informasi, semetara, komputer yang lain bisa terhubung dengan jaringan informasi langit itu (melalui saluran telepon, radio, atau, soket arus listerik tertentu) untuk mengakses, mencari berbagai data dan ‘bahan ajar’.
Berbicara dan atau menggambarkan apa itu internet, tidak akan habis-habisnya, karena DUNIA MAYA, begitu dia biasa disebut sebahagian orang, terus berubah dan tidak berhenti berkembang dari detik ke detik. Internet sulit diceritakan dengan kata-kata. Namun untuk mengaksesnya, atau menggunakannya, tidak lebih sulit dari pada mengambil uang anda di anjungan tunai mandiri(ATM) bank.
Seperti pisau, internet mempunyai sifat netral nilai. Dia bisa berdampak positif maupun negatif tergantung sipemakainya.
Internet bisa dipakai untuk ‘menumpuk data’ sebanyak-banyaknya dalam satu sistem, dan dapat diakses kembali dari komputer (yang terhubung) mana saja, dan kapan saja secara bersamaan.
Bila sistem pendataan dengan internet telah dimanfaatkan secara maksimum, akan memungkinkan kita tahu dari jaringan itu tentang: seorang pejabat A, dulu pendidikan SD-nya di mana? Waktu dia di SMA, masuk peringkat sepuluh besar atau tidak. Dari sepotong informasi internet tentang: SD yang ambruk akibat gempa, hanya dengan menekan beberapa key komputer saja, akan dapat dikalkulasikan berapa siswa yang terkendala pembelajarannya. Kita bisa tahu, berapa dana yang diperlukan untuk memulihkan kondisi sekolah itu, secara keseluruhan.
Pembelajaran dengan computer assisted learning adalah pembelajaran dengan bantuan komputer, yang bersifat: individual, memperhatikan ‘kecepatan’ tanggap pembelajarnya, dan berpenampilan (layar) menarik, serta responsive terhadap siswanya. Hampir semua guru sepakat bahwa pembelajaran: dengan pendekatan individual (lawan dari cara klasikal), memperhatikan speed siswa, menarik, dan responsive sesuai dengan yang diinginkan siswa akan lebih produktif.
Internet untuk pembelajaran dapat difungsikan sebagai sumber belajar yang memuat data dan fakta untuk referensi belajar. Data dan fakta itu selalu bisa diperbaharui, sehingga dia tidak mudah basi, namun dapat pula ditampilkan berulang-ulang tanpa tambahan biaya yang berarti. Hal ini berbeda dengan dengan data ‘tercetak’, dan percobaan laboratorium convensional, dengan alat fisika dan unsur kimia. Oleh sebab itu, internet, lebih mampu untuk ‘memuaskan’ rasa ingin tahu siswa, sekaligus lebih murah.
Walaupun diakui bahwa di dalam dunia internet itu cukup banyak terdapat ‘situs-situs sampah’, namun begitu, pilihan untuk mengunjungi situs yang mana, seratus persen di tangan anda sendiri. Kalau seseorang mau belajar, atau mau bekerja dengan internet, tentu dia akan menerima arahan yang diberikan gurunya dalam pemakaian produk teknologi canggih itu. Dia hanya akan mengunjungi situs yang ‘benar’ saja.
2. Kegiatan Pendidikan
Apa itu kegiatan pendidikan?
Dunia pendidikan adalah dunia proses belajar. Secara tradisional kita biasa berpikir, komponen dasar dunia pendidikan terdiri dari: siswa, narasumber (fasilitator – guru), dan sumber belajar. Kita sering mengabaikan peran dan pengaruh masyarakat lain, seperti: para pejabat non keguruan, orangtua siswa yang tergabung dalam komite pendidikan dan lingkungan dunia usaha, terhadap pendidikan. Kita juga kurang mendayagunakan kemajuan teknologi untuk kemajuan pendidikan. Yang kita anggap harus terlibat dalam proses belajar, selama ini, hanyalah siswa saja. Kita lupa bahwa para pendidik, guru, dan masyarakat luas mestinya tidak berhenti terlibat dalam proses belajar. Mereka juga harus tetap belajar. Sekali kelompok ini berhenti (belajar), maka ia akan berdampak kepada stagnancy, terhenti-nya, atau setidaknya melambatnya kemajuan pendidikan di Indonesia.
Siapa yang mendidik, dan yang di-didik?
Tidak semua orang terdidik menjadi pendidik, dan tidak semua pendidik pula menjadi guru. Pendidik adalah orang yang memperhatikan dan mau berbuat sesuatu untuk pendidikan. Siapa saja yang terdidik bisa menjadi pendidik kalau mau, termasuk presiden dan tukang becak. Sementara, guru adalah pendidik yang berprofesi sebagai pengajar. Ada berbagai macam guru; di antaranya: guru mata pelajaran di sekolah atau pusat-pusat pembelajaran. Alangkah bagusnya bila semua pendidik dan guru mata pelajaran bersinergi dalam mendidik bangsa ini. Akan lebih bagus lagi, kalau mereka (pendidik dan guru) mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan teknologi komputer dan internet untuk pendidikan.
Bagaimana kondisi pendidikan di Indonesia terkait Pemanfaatan teknologi?
Disayangkan, bahwa sampai sekarang belum ada data konkrit, yang mengungkapkan ada berapa orang guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia yang tahu, yang gandrung terhadap pemakaian teknologi komputer di lahan kerjanya.
Karena kita telah dikelilingi oleh kemajuan teknologi internet, semestinya para pendidik dan guru, yang menguasai internet, haruslah lebih diperankan, sehingga mereka dapat dan mampu meyakinkan pendidik lain. Hanya guru yang berkemampuan teknologi internetlah yang akan mampu untuk mengarahkan siswanya kepada Pemanfaatan internet untuk membelajarkan diri mereka.
Sekarang, ada kesan bahwa teknologi itu dibiarkan saja bergentayangan secara ‘liar’. Di samping itu, sekarang ada berkembang semacam gejala internet pobia (penolakan terhadap internet) di tengah masyarakat. Bahkan di kalangan sebahagian besar tenaga kependidikan dan guru juga, ada gejala ini. Padahal kita tidak bisa membendung penyebaran internet itu dari lingkungan kita. Kita hanya bisa saja menutup pintu rumah kita dari internet dan kemajuan teknologi, namun tidak akan bisa mencegahnya muncul di warnet dan rental komputer. Putra-putri kita, bisa saja sering datang kesana, baik untuk mengakses internet maupun untuk menggunakan jasa rental komputer lainnya. Lalu bagaimana kita bisa mengontrol mereka?
Sebagai orangtua, atau pendidik, yang harus kita sadari adalah bahwa; anak kita pada umumnya akan belajar karena menyukai sesuatu, bukan karena disuruh belajar sesuatu. Kebanyakan anak kita menyukai produk teknologi komputer. Setelah kita tahu bahwa mereka menyukai teknologi itu, karena hal itu merupakan suatu hal yang baru dan ‘nge trend’ di kalangan mereka, kita (guru) tidak memanfaatkan situasi itu untuk pendidikan mereka?
Barangkali, tidak bijaksana kalau kita memposisikan internet sebagai ‘musuh’ yang harus dijauhi.
Walaupun terlihat, belum cukup banyak tenaga kependidikan dan guru yang mampu memanfaatkan komputer untuk pengelolaan manajemen pendidikan dan pembelajaran, sebetulnya, usaha kearah Pemanfaatan komputer dan internet sudah harus di-seriusi. Perangkat keras dan lunak, komputer dan internet di sekolah, kantor dinas pendidikan, dan di masyarakat luas sudah cukup banyak tersedia. Pelatihan Pemanfaatan komputer juga sudah cukup sering diadakan.
Saya yakin, kita tidak perlu menunggu sampai semua pegawai dan guru di jajaran pendidikan harus ‘mellek’ komputer dan internet terlebih dahulu, sebelum pemakaian teknologi itu dimulai. Dayagunakan saja siapa yang ‘lebih mampu’, di kantor dan sekolah untuk pengoperasian komputer dan jaringan internet yang sudah ada. Jangan biarkan fasilitas itu berdebu dan rusak karena tidak pernah disentuh.
3. Komputer, Internet untuk Pendidikan
Pemanfaatan Internet, dalam dunia pendidikan, dapat digunakan pihak siswa dan guru untuk dua hal:
Pertama, pemakaian internet untuk kepentingan administrasi dan manajemen pendidikan, di tiap sekolah, dan secara nasional. Manajemen data pendidikan bisa dilakukan secara berangkai, terhubung dalam satu sistem komunikasi dua arah, mulai dari kantor Departemen Pendidikan, dinas propinsi, kabupaten kota, sampai ke masing-masing sekolah, dan sebaliknya. Dengan begitu, administrasi pendidikan yang mencakup lalulintas informasi pendidikan bisa dilaksanakan dengan mudah, lancar, cepat, dan lebih murah.
Kedua, penggunaan internet untuk ( alat pembelajaran) dan atau sumber belajar. Negara kita termasuk yang tertinggal dalam Pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran. Bahkan, kita terbelakang dalam Pemanfaatan teknologi pembelajaran dengan pemakaian komputer non internet, sekalipun. Padahal, komputer telah cukup lama dan cukup banyak tersebar di sekolah, dan di tengah masyarakat. Di berbagai kota kecamatan, sudah sangat banyak ditemukan toko, (usaha) sewa komputer. Semua perangkat teknologinya sudah tersedia, namun kita lemah dalam Pemanfaatan.
Kata ‘pendidikan’, biasanya, diasosiasikan dengan orang dewasa, yaitu: tenaga kependidikan dan guru. Sementara, kata ‘belajar‘ dikaitkan dengan siswa. Mendidik adalah usaha sadar yang semestinya dilakukan oleh orang yang telah terdidik kepada anak didik.
Agar pendidikan atau pembelajaran efektif; sebaiknya, siswa juga melakukan pembelajaran secara sadar. Anak muda diharapkan mau mempelajari apa-apa yang bernilai pendidikan. Namun pada kenyataannya, anak muda biasanya hanya akan mempelajari apa yang disukainya saja. Yang kurang disukainya tidak akan mereka pelajari, betapapun pentingnya objek itu menurut pandangan orang terdidik. Hal yang positif dari produk teknologi, adalah, siswa menyukainya. Siswa dengan mudah mengenal dan mengoperasikan peralatan teknologi. Tugas guru menjadi terbantu, karena mereka cukup memberikan arahan dari segi content, isi situs pendidikan saja.
4. Secara nasional, Usaha Pemakaian Internet Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia telah dimulai semenjak akhir tahun 1990-an.
Mulanya dalam bentuk LAN (local area network); ketika sistem itu diperkenalkan di beberapa sekolah kejuruan di berbagai kabupaten dan kota. Kemudian, dikembangkan menjadi WAN (wider area network), yang memungkinkan antar sekolah dan kantor dinas saling terhubung, dengan saluran radio sebagai media. Kini telah ada ICT dengan hubungan ke internet melalui protocoler ICT Depdiknas Jakarta atau lebih dikenal dengan JARDIKNAS. Sistem ini telah memungkinkan semakin banyak sekolah dan kantor pendidikan di seluruh Indonesia terhubung dengan internet.
Usaha sosialisasi Pemanfaatan internet untuk pendidikan maupun untuk berbagai kegiatan pemerintahan, cukup gencar, kita saksikan di layar televisi. Ada sidang pengadilan (mendengar kesaksian) jarak jauh, bahkan ada konferensi asosiasi mendiknas 11 negara se-Asean di Bali, yang diresmikan Presiden Susilo. Sidang itu, malah, diikuti pula oleh tujuh anggota asosiasi, dari negara maju lain-nya. Tema konferensi ini adalah “Pemanfaatan Komunikasi Informasi dan Teknologi untuk meningkatkan kualitas dan nilai-nilai pendidikan”.
Secara makro, Indonesia sudah melakukan sosialisasi pemakaian komputer dan internet secara memadai. Yang diperlukan sekarang, menurut saya, adalah sosialisai yang langsung menyentuh para staf dinas pendidikan di propinsi, kabupaten dan kota serta semua guru mata pelajaran. Dengan begitu pemakaian internet dikalangan pendidik dan siswa akan bisa berkembang.
5. Kondisi PPPPTK Matematika dalam Pemanfaatan Komputer dan Internet untuk Pendidikan
PPPPTK Matematika telah mempunyai koneksi jaringan internet, namun pemanfaatannya masih terbatas pada searching maupun browsing, sedangkan pemanfaatan sebagai distance learning masih belum optimal, untuk e-learning maupun konsultasi (bimbingan belajar) belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian Widyaiswara belum memfaatkan internet untuk mengekplorasi karya ilmiah maupun info ke-matematika-an yang trend saat ini yang dapat dimanfaatkan langsung sebagai sarana interaktif antara WI itu sendiri dengan alumni maupun masyarakat yang peduli dengan pendidikan terutama matematika maupun sumber belajar lainnya.
Sebetulnya, Pemanfaatan internet untuk pendidikan, mirip dengan pengenalan ‘produk dagang baru’. Diperlukan pula suatu tahap pengenalan, internet, kepada para fungsional/Widyaiswara, pejabat structural, maupun pegawai di lingkungan P4TK Matematika. Ini penting, agar jangan timbul persepsi yang salah. Persepsi yang salah terhadap pemakaian komputer dan internet, dalam dunia pendidikan akan berdampak kepada ‘sikap menolak’.
Sosialisasi komputer dan internet yang benar dan efektif tentu hanya akan dapat dilakukan oleh orang yang ‘akrab’ dengan teknologi itu.
Begitu pula halnya dengan usaha memperkenalkan Pemanfaatan internet atau komputer untuk pembelajaran bagi guru; hanya para Widyaiswaralah, yang mengerti cara manfaat internet dan komputer, yang langsung berinteraksi dengan guru yang akan bisa mengembangkan pemakaian komputer dan internet itu kepada siswanya di sekolah dan pusat-pusat belajar. Para guru yang berada diujung tombak atau lini depan pembelajaran untuk pendidikan kita mestilah diarahkan dan digerakkan oleh para pejabat agar bisa dan mau berubah kearah penggunaan internet itu untuk membelajarkan siswanya.
SINGKATAN NAMA KOTA
H.O.L.L.A.N. D
Hope Our Love Lasts And Never Dies
I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You
L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also
F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End
B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always
N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers
I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration
K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing
C.A.N.A.D.A.
Cute And N au ghty Action that developed into attraction
K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity
E.G.Y.P.T.
Everything’s Great, You Pretty Thing !
M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always
P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone… Remember Us
T.H.A.I.L.A. N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull
J.A.K.A.R.T. A
Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada
Hope Our Love Lasts And Never Dies
I.T.A.L.Y.
I Trust And Love You
L.I.B.Y.A.
Love Is Beautiful ; You Also
F.R.A.N.C.E.
Friendships Remain And Never Can End
B.U.R.M.A.
Between Us, Remember Me Always
N.E.P.A.L.
Never Ever Part As Lovers
I.N.D.I.A.
I Nearly Died In Adoration
K.E.N.Y.A
Keep Everything Nice, Yet Arousing
C.A.N.A.D.A.
Cute And N au ghty Action that developed into attraction
K.O.R.E.A.
Keep Optimistic Regardless of Every adversity
E.G.Y.P.T.
Everything’s Great, You Pretty Thing !
M.A.N.I.L.A.
May All Nights Inspire Love Always
P.E.R.U.
Phorget (Forget) Everyone… Remember Us
T.H.A.I.L.A. N.D.
Totally Happy, Always In Love And Never Dull
J.A.K.A.R.T. A
Jambret Ada, Koruptor Ada, Rampok Tentu Ada
Langganan:
Postingan (Atom)
